Jumat, 18 Oktober 2019





PROSES DIPENCARIAN REFERENSI DI PERPUSTAKAAN




Sebagai mahasiswa istilah referensi bukan hal yang asing di telinga kita, bahkan sudah menjadi makanan setiap hari. Bukan lagi kebutuhan tapi sudah menjadi kewajiban untuk menambah wawasan agar kita tidak terdiam dalam satu langkah saja tetapi berproses selangkah demi selangkah. Dalam mencari referensi terkadang membuat kita kewalahan dikarenakan terkadang referensi permintaan dari dosen cukup banyak dan terkadang hanya tersedia dengan jumlah yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Ada juga peraturan yang membuat saya kesusahan dalam mencari referensi, yaitu hanya boleh referensi yang berbentuk buku tidak dalam bentuk digital. Padahal digital sangat membantu dalam menambah wawasan kita apalagi dalam pencarian referensi. Banyak buku yang kita dapatkan dalam bentuk digital. Tidak ada ketidakbolehan karena tidak ada sebab, adanya peraturan sudah pasti mempunyai alasan yang baik. Peraturan seperti ini akan membuat kita terbiasa membaca buku-buku yang ada dan tidak selalu tergantung kepada alat digital, meskipun alat digital adalah alat yang praktis dan sangat sederhana tetapi buku akan tetap lebih bagus dalam pencarian referensi. Menggunakan digital memang memudahkan kita tetapi bisa saja membuat kita menjadi malas dalam membaca karena sudah tergantung kepada hal yang instan. Apa topik yang kita cari hanya itu yang kita dapat kan tetapi dengan buku karena kita harus membacanya meskipun ada daftar isi dapat menambah wawasan kita di luar topik yang dicari. 

Dalam dunia perkuliahan saya dalam waktu masih terbilang baru, referensi adalah hal yang membuat saya terkadang jenuh terkadang biasa saja. Jenuh karena alasan yang sama dengan mahasiswa lain yaitu, referensinya yang banyak tetapi akan terasa biasa saja kalau ada kemauan saya ketika mencarinya. Langkah pertama saya dalam mencari referensi adalah mencari buku-buku di perpustakaan besar yang berada di UINSU universitas saya sekarang. Saya akan mencari buku yang berkaitan dengan apa yang dibutuhkan kemudian memperhatikan secara seksama karena dalam judul buku yang sama belum tentu yang saya cari ada. Hal ini sering juga saya alami, judul buku yang sama tapi topik tidak tersedia. Tetapi sebagai status yang baru dalam dunia pendidikan saya , yaitu mahasiswa jadi saya harus tetap mencari bukan berhenti karena itu termasuk sifat dan sikap mandiri. Jika saya tidak menemukan semua referensinya saya akan mencari tempat yang lain bahkan saya biasa meminjam buku teman saya. Berbicara referensi dalam perkuliahan tidak akan ada habisnya, karena akan selalu ada.





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar