Kamis, 17 Oktober 2019




KONTRAKAN SEJUTA CERITA DAN RASA



Waktu ke waktu saya melalui hari-hari saya dengan banyak hal yang setiap hari pasti berbeda apalagi jauh dari orang tua. Berbaur dengan orang-orang yang baru meskipun tidak semua, harus beradaptasi dengan lingkungan yang mungkin agak sedikit berbeda dengan tempat tinggal saya di kampung. Hidup mandiri adalah harus menjadi pilihan satu-satunya karena siapa lagi kalau bukan saya sendiri. Saya tinggal bersama lima teman, tiga teman saya dan dua kakak senior saya yang selalu membantu kami dalam hal yang tidak kami ketahui. Pertama melihat kontrakan ini sedikit membuat saya terkejut karena tidak sama dengan apa yang saya bayakan. Tetapi saya harus siap hidup dengan apa yang ada bukan mengadakan yang tidak ada. Saya selalu ingat pesan ayah jangan lupa kita berasal dari kampung dan bergayalah dengan semestinya dan tidak memalukan ayah. Mungkin pesan itu akan selalu menjadi penyadar saat saya sudah keluar dari zona saya sendiri.

Tempat tinggal saya ini sudah dapat dikategorikan sebagai tempat teraman karena belum ada kami mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Tempat yang strategis yang dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan kami sehari-hari. Tempat saya tinggal adalah daerah kos-kosan dan kontrakan jadi orang-orang yang saya temui setiap hari adalah sama-sama mahasiswa/i. Karena memiliki kesibukan yang hampir sama dengan status yang hampir sama juga embuat tempat ini sedikit sepi dan akan sedikit terasa ramai jika sore hari. Saya tidak terlalu berbaur dengan warga di daerah tempat tinggal saya karena tidak mudah untuk bergabung dalam masyarakat. Saya hanya kuliah dan kembali ke kontrakan jika semua urusan di kampus sudah selesai hari itu. Mungkin hanya ini gambaran dari tempat tinggal saya, dengan cerita yang sederhana namun penuh dengan pengalaman yang bermakna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar